Di antara Orang dengan HIV, Beberapa Faktor Dapat Menurunkan Tingkat Penyembuhan Hepatitis C

Posted by
Oleh: Benjamin Ryan, 5 Februari 2018

Pada laporan Healio, pasien dengan koinfeksi HIV dan Hepatitis C yang cenderung mengalami tingkat kesembuhan rendah adalah mereka yang memiliki jumlah CD4 yang  rendah, yang telah terdiagnosis AIDS atau penyakit hati lanjut, dan laki-laki.

Para peneliti menganalisis data pada 2.369 orang dengan koinfeksi HIV/HCV yang melakukan pengobatan terapi Hepatitis C dengan direct-acting antiviral (DAA) di Madrid antara November 2014 dan Agustus 2016, yang kemudian hasil temuan mereka diterbitkan pada jurnal Hepatologi.

Sebanyak 59,5% dari data kohort adalah pasien yang tidak memiliki sirosis hati, 33,9% dengan sirosis kompensasi (bentuk yang lebih ringan dari penyakit hati lanjut), dan 6,6% dengan sirosis yang dekompensasi (bentuk yang lebih berat dari penyakit hati lanjut).

Genotipe Hepatitis C yang paling umum dari antara mereka adalah 1a (40,9%), 4 (22,4%), 1b (15,1%), dan 3 (15%).

Regimen DAA yang paling umum diterima mereka termasuk Harvoni (ledipasvir/sofosbuvir) (61,9%), Sovaldi (sofosbuvir) ditambah Daklinza (daclatasvir) (14,6%), dan Viekira (ombitasvir/paritaprevir/ritonavir; dasabuvir) (13,2%). Sebanyak 30,6% dari mereka menambahkan ribavirin ke dalam rejimen mereka.

Kurang dari 1% dari data kohort menghentikan pengobatan Hepatitis C karena mengalami penurunan kesehatan.

Secara keseluruhan, 92% dari data kohort mencapai tingkat virologi bertahan selama 12 minggu setelah menyelesaikan terapi (SVR12, yang dianggap sebagai sembuh). Tingkat kesembuhan sebesar 93,8% untuk mereka yang tanpa sirosis, 91% untuk mereka yang memiliki sirosis kompensasi, dan 80,8% untuk mereka yang memiliki sirosis kompensasi.

Setelah melakukan penyesuaian data dari berbagai faktor, para peneliti menemukan bahwa variabel yang dapat meningkatkan risiko tidak mengalami penyembuhan hepatitis C setelah menerima rejimen DAA termasuk di antaranya: berjenis kelamin laki-laki (yang meningkatkan risikonya sebesar 1,75 kali lipat); memiliki diagnosis AIDS (2,3 kali lipat meningkatkan risiko); memiliki viral load hepatitis C di atas 800.000 atau lebih (1,63 kali lipat meningkatkan risiko); memiliki sirosis kompensasi (peningkatan risiko 1,35 kali lipat); memiliki sirosis dekompensasi (peningkatan risiko 2,92 kali lipat); mengkonsumsi Sovaldi (sofosbuvir) ditambah Olysio (simeprevir) (peningkatan risiko 2,84 kali lipat); mengkonsumsi Sovaldi (sofosbuvir) ditambah ribavirin (peningkatan risiko 3,41 kali lipat); dan mengkonsumsi Daklinza (daclatasvir) plus Olysio (simeprevir) (peningkatan risiko 11,77 kali lipat).

Untuk membaca lebih lanjut terkait artikel Healio, klik di sini.

Untuk membaca lebih lanjut terkait studi abstrak tersebut, klik di sini.

Tulisan ini diterjemahkan langsung dari artikel berjudul Among Those With HIV, Certain Factors Lower Chance of Curing Hep C di https://www.hepmag.com/article/among-hiv-certain-factors-lower-chance-curing-hep-c

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s