Kerusakan Hati Tingkat Lanjut Bisa Diperbaiki Dengan Menyembuhkan Hepatitis C

Posted by
Oleh: Benjamin Ryan, 26 Februari 2018

Laporan aidsmap menyebutkan bahwa pasien dengan fibrosis lanjut atau sirosis hati biasanya mengalami peningkatan perbaikan pada kerusakan hati mereka setelah menerima obat untuk virus Hepatitis C (HCV). Namun, untuk sebagian kecil individu kerusakan hati tetap stabil atau bahkan memperburuk proses penyembuhan.

Para peneliti dari Swedia menerbitkan penemuan mereka dalam Journal of Viral Hepatitis setelah melakukan penelitian cross-sectional terhadap 269 orang dengan Hepatitis C yang memiliki fibrosis atau sirosis lanjut yang mana mereka belum memulai pengobatan berbasis interferon untuk virus yang kemudian berhasil sembuh. Tidak ada seorang pun dalam penelitian ini yang kemudian memiliki kanker hati atau HIV.

44% peserta mempunyai sirosis dan sisanya mempunyai sirosis lanjutan. 59% adalah laki-laki. Usia rata-rata saat pasien penelitian disembuhkan dari Hepatitis C adalah 53 tahun. Mereka terus diteliti dengan rata-rata 7,7 tahun setelah menyelesaikan pengobatan.

Untuk penilaian kerusakan hati, penelitian ini mengandalkan metode FibroScan, dimana skor 9,5 kPa (kilopascal) atau lebih tinggi mengindikasikan fibrosis lanjut dan skor 12,5 kPa atau lebih mengindikasikan sirosis.

Saat memulai pengobatan untuk Hepatitis C, nilai rata-rata FibroScan median populasi adalah 13,9 kPa, yang turun menjadi 6,5 kPa pada akhir masa tindak lanjut, termasuk masing-masing 8,5 kPa di antara mereka yang memiliki sirosis dan 6,6 kPa yang memiliki fibrosis lanjut sebelum memulai pengobatan.

87% dari mereka dengan pengobatan awal fibrosis lanjutan dan 83% dari mereka dengan pengobatan awal sirosis melihat kerusakan hati mereka membaik setelah masa pengobatan. Di antara mereka dengan pengobatan awal sirosis, 48% dari mereka dengan waktu kurang lebih dari lima tahun masa pemantauan masih mengalami fibrosis tingkat lanjut atau kerusakan hati yang parah pada akhir masa studi, dibandingkan dengan 21% dari mereka yang dipantau selama satu dekade atau lebih.

17% dari mereka dengan pengobatan awal fibrosis lanjutan dan 13% dari mereka dengan pengobatan awal sirosis tidak melihat kerusakan hati mereka membaik selama masa tindak lanjut. 5% dari keseluruhan kelompok penelitian mengalami kerusakan hati yang memburuk setelah disembuhkan dari Hepatitis C.

24% peserta mengalami fibrosis lanjut atau kerusakan hati yang lebih buruk pada akhir masa studi dan sekitar tiga perempat dari keseluruhan kelompok ini menderita sirosis sebelum menerima pengobatan HCV.

Para peneliti memperkirakan bahwa melakukan pengobatan awal sirosis, dibandingkan dengan melakukan pengobatan awal fibrosis lanjutan, dikaitkan dengan kemungkinan lebih besar 3,9 kali lipat untuk memiliki fibrosis lanjut atau kerusakan hati yang lebih buruk pada akhir masa tindak lanjut. Selain itu, berusia 55 tahun atau lebih tua pada saat menerima perawatan Hepatitis C dibandingkan dengan yang lebih muda, dan memiliki indeks massa tubuh lebih dari 25 (menunjukkan obesitas) dibandingkan dengan memiliki indeks massa tubuh yang lebih rendah, masing-masing dikaitkan dengan kemungkinan 2,3 kali lipat lebih besar untuk memiliki lanjut fibrosis pada akhir penelitian.

Untuk membaca lebih lanjut terkait artikel ini, klik disini.

Tulisan ini diterjemahkan langsung dari artikel berjudul Curing Hepatitis C Typically Dials Back Advanced Liver Damage di https://www.hepmag.com/article/curing-hepatitis-c-typically-dials-back-advanced-liver-damage

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s