Apa yang Harus Dimakan Jika Anda Memiliki Hepatitis C?

Posted by
Oleh: Tom Seymour dan Natalie Olsen, RD, LD, ACSM EP-C, 25 Januari 2018

Hepatitis C adalah virus yang menyebabkan peradangan dan fibrosis. Dikenal juga dengan nama HCV, virus ini dibawa di dalam darah dan cairan tubuh lainnya. Segala sesuatu yang dikonsumsi seseorang baik makanan atau minuman akan melewati hati diubah menjadi energi atau bahan kimia yang membuat tubuh bekerja dengan normal.

Infeksi dari Hepatitis C yang tidak diobati dapat merusak hati dan menyebabkan sirosis atau luka. Jika hepatitis telah menyebabkan kerusakan pada hati, seseorang harus mengatur pola makan mereka.

tomato-2776735_1920

Bagaimana Hepatitis C Memengaruhi Pola Makan

Infeksi Hepatitis C yang memengaruhi pola makan, biasanya terdiri dari beberapa kategori:

  • Pengobatan interferon: efek samping dari pengobatan ini dapat berupa kehilangan nafsu makan, kelelahan, dan kering pada tenggorokan dan mulut
  • Sirosis: seseorang dengan sirosis biasanya kehilangan tenaga dan nafsu makan. Mereka menjadi kekurangan nutrisi dan harus membatasi garam dalam dietnya
  • Kondisi kesehatan lainnya: Penyakit selain Hepatitis c dapat menyebabkan perubahan dalam diet. Kondisi ini meliputi tekanan darah tinggi, sakit jantung, diabetes dan sakit ginjal

Pada sebagian besar kasus Hepatitis C, pola makan khusus tidak diperlukan. Akan tetapi pola makan yang buruk dengan kombinasi Hepatitis C dapat mengarah kepada kerusakan hati lebih lanjut. Kelebihan berat badan menyebabkan hati berlemak. Kombinasi dengan Hepatitis C dapat menyebabkan sirosis hati. Meminum alkohol adalah faktor lainyang dapat meningkatkan kerusakan pada hati. Oleh karena itu, seseorang dengan Hepatitis C disarankan untuk berhenti atau mengurangi konsumsi alkohol.

Lebih jauh lagi, seseorang dengan Hepatitis C memiliki peningkatan risiko diabetes. Artinya, pola makan yang sehat penting dalam mengurangi kegemukan tubuh dan mengontrol kadar gula darah. Diet yang menyehatkan dapat meningkatkan kesehatan hati bagi seseorang dengan Hepatitis C dan mengurangi kemungkinan perkembangan sirosis. Pola makan yang baik membantu sistem kekebalan tubuh untuk lebih kuat dalam melawan penyakit.

Makanan untuk Dikonsumsi

Sebagian besar orang dengan Hepatitis C tidak membutuhkan diet khusus, ada beberapa makanan tertentu yang dapat mempertahankan kesehatan hati.

  1. Sayuran dan Buah-buahan

    top-view-1248955_1920

Sayuran hijau, seperti kol, kubis dan bayam dapat bermanfaat untuk seseorang dengan Hepatitis C. Diet yang sehat dan seimbang harus dilakukan dengan banyak buah dan sayuran. Kelompok makanan yang banyak vitamin dan mineral sangat dibutuhkan supaya fungsi hati bekerja dengan baik.

Sayuran dan buah-buahan yang segar sangat baik dan diutamakan, tapi bisa juga sayuran atau buah yang dibekukan atau dikalengkan. Seseorang harus mengkonsumsi minimal 5 porsi sayuran dan buah-buahan dalam sehari.

Sayuran hijau dapat mengurangi komposisi asam lemak di hati yang sangat bermanfaat bagi seseorang dengan Hepatitis C. Contoh sayuran hijau yang baik adalah kol dan bayam. Sayuran hijau dapat berbahaya apabila dikonsumsi berlebihan bagi mereka yang mempunyai Hepatitis C karena tinggi akan zat besi. Walaupun kebanyakan orang tidak akan mengkonsumsi sayuran hijau secara berlebihan, tetap saja seseorang dengan kerusakan hati harus memperhatikan asupan mereka.  Dokter atau ahli diet dapat membantu seseorang untuk menetapkan jumlah konsumsi yang tepat untuk seseorang dengan Hepatitis C.

  1. Protein

Mendapatkan jumlah protein yang tepat sangatlah penting, karena protein menyediakan tenaga dan membuat seseorang merasa kenyang. Mengganti porsi karbohidrat dengan protein adalah cara yang baik untuk mengurangi risiko diabetes.

Sumber protein antara lain:

  • Ayam kalkun
  • Ikan
  • Tahu
  • Telur
  • Keju
  • Kacang-kacangan

Produk susu juga menyediakan protein, kalsium, dan vitamin D. Susu rendah lemak atau bebas lemak adalah pilihan terbaik untuk orang dengan Hepatitis C. Seseorang dengan Hepatitis C harus membatasi produk susu dengan tambahan gula. 

  1. Karbohidrat Kompleks

Sereal, roti, dan biji-bijian adalah contoh karbohidrat kompleks yang kaya dengan vitamin B, mineral, seng, dan serat.

Karbohidrat kompleks terdiri dari:

  • Beras merah
  • Gandum
  • Gandum hitam
  • Gandum utuh

Makanan yang Harus Dihindari

Ada beberapa hal  yang harus dihindari atau dibatasi oleh orang-orang dengan Hepatitis C dalam makanan mereka karena efek yang mungkin ditimbulkan pada hati. 

  1. Lemak

    hamburger-801942_1920

  • Sejumlah kecil lemak dan minyak penting untuk menyimpan energi, melindungi jaringan tubuh, dan mengangkut vitamin di dalam darah
  • Namun, lemak juga bisa menyebabkan kelainan seperti penumpukan lemak di hati yang menyebabkan sirosis
  • Orang dengan Hepatitis C harus mencoba mengkonsumsi lemak tak jenuh, seperti kacang dan biji-bijian, minyak zaitun, dan minyak ikan
  • Yang terbaik adalah membatasi lemak jenuh, seperti yang ditemukan pada daging, produk susu berlemak penuh, makanan cepat saji, dan biskuit
  1. Garam

Pemantauan asupan garam penting bagi orang dengan Hepatitis C. Bagi orang dengan sirosis pada khususnya, mengurangi sodium sangat penting untuk membatasi akumulasi cairan di perut,yang dikenal sebagai asites. Untuk mengurangi asupan garam, seseorang harus menghindari makanan olahan atau makanan kemasan.

  1. Gula

Ada hubungan antara Hepatitis C dan peningkatan kadar gula darah, yang dapat meningkatkan risiko diabetes. Hati membantu mengatur kadar gula darah. Makanan yang tinggi gula, seperti kue kering, makanan pencuci mulut, dan permen; kaya akan kalori namun tidak memiliki nilai gizi dan bisa menyebabkan lonjakan gula darah. Oleh karena itu membatasi jumlah gula sangat disarankan.  

  1. Zat Besi

Orang yang memiliki Hepatitis C kronis memiliki masalah untuk memproses zat besi. Kelebihan zat besi bisa menyebabkan kelebihan muatan dalam darah dan organ tubuh. Zat besi penting agar tubuh berfungsi sehingga tidak boleh dihilangkan sama sekali. Mengurangi asupan makanan kaya zat besi, seperti daging merah, hati, dan sereal yang diperkaya zat besi sangat disarankan.

  1. Suplemen

Cara terbaik bagi seseorang untuk mendapatkan vitamin dan mineral adalah melalui makanan, tapi suplemen bisa membantu seseorang dengan Hepatitis C, terutama jika mereka kehilangan nafsu makan.

Diskusikan dengan dokter sebelum menggunakan suplemen apapun, karena mereka dapat berinteraksi dengan obat lain dan bisa berbahaya jika dikonsumsi dalam dosis tinggi.

Kesimpulan

Kebanyakan orang dengan Hepatitis C tidak harus mengikuti diet khusus kecuali jika hati mereka rusak parah. Namun, pola makan sehat dapat membantu mengelola hepatitis C dan mencegah komplikasi dan kondisi terkait.

Penting untuk menghindari makanan berlemak dan alkohol jika seseorang khawatir dengan kesehatan hati mereka. Seorang dokter atau ahli diet dapat membantu seseorang mengembangkan rencana diet pribadi yang sesuai untuk mereka.

Tulisan ini diterjemahkan langsung dari artikel berjudul What to eat if you have hepatitis di https://www.medicalnewstoday.com/articles/320727.php

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s