Refleksi: Hari Hepatitis Dunia

Posted by

Tanggal 28 Juli ini adalah hari Hepatitis Sedunia. Viral hepatitis adalah peradangan hati yang disebabkan oleh salah satu dari lima virus hepatitis A, B, C, D dan E. Mereka ditularkan melalui rute yang berbeda: Hepatitis A dan E melalui makanan dan air yang terkontaminasi; Hepatitis B – melalui darah yang tidak aman dan cairan tubuh lainnya; Hepatitis C – sebagian besar menular melalui darah;dan Hepatitis D – melayani sebagai infeksi tambahan dengan adanya Hepatitis B.

Virus ini semua menyebabkan hepatitis akut yang ditandai dengan kelelahan, kehilangan nafsu makan, demam dan penyakit kuning.

Kebanyakan orang sepenuhnya pulih, namun sebagian kecil orang bisa mati dari hepatitis akut. Selain itu, hepatitis B dan infeksi C dapat menjadi terkemuka kronis sirosis dan kanker hati.

Diperkirakan sekitar 1,4 juta orang meninggal setiap tahun dari berbagai bentuk hepatitis virus.

Infeksi hepatitis yang hadir di seluruh dunia. Data prevalensi infeksi yang hilang bagi banyak negara; Namun, diperkirakan setengah miliar orang secara kronis terinfeksi hepatitis B atau virus C.

Infeksi kronis bertanggung jawab untuk sekitar 57% dari kasus sirosis hati dan 78% dari kasus kanker hati primer.

Infeksi hepatitis dapat dicegah dengan memberikan makanan yang aman dan air (hepatitis A dan E), vaksin (hepatitis A, B, dan E), skrining donor darah dan pemberian peralatan suntik steril dan memastikan pengendalian infeksi (hepatitis B dan C).

Namun, upaya pencegahan dan kesadaran sebagian besar tidak cukup. Hepatitis B kronis dan infeksi C dapat diobati, tetapi kebanyakan orang, terutama mereka yang tinggal di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah tidak memiliki akses terhadap pengobatan karena kurangnya skrining dan layanan klinis dan harga tinggi dari beberapa obat hepatitis.

WHO telah mengintensifkan upaya untuk mendukung negara-negara dalam mengatasi virus hepatitis.

Pemerintah Indonesia sendiri memiliki kewajiban untuk memastikan standar tertinggi kesehatan warga negaranya, Salah satunya termasuk menyediakan akses pencegahan,perawatan dan pengobatan Hepatitis,termasuk mendukung biaya diagnostik bagi mereka yang terdampak, khususnya kelompok kunci resiko tinggi terinfeksi hepatitis seperti penasun.

Meskipun Indonesia salah satu negara yang mendukung resolusi virus hepatitis,namun kemajuan di Indonesia terhadap komitmen dalam resolusi sangat terbatas.Indonesia juga belum melakukan surveilans nasional untuk virus hepatitis secara rutin. Data Hepatitis pada penasun sudah ketinggalan jaman, tidak tersedia untuk pengalaman publik dan ilmiah,sebagian besar berasal dari catatan rekaman laboratorium dan rumah sakit, dan tidak dapat mewakili sample yang cukup untuk menggambarkan keadaan sesunguhnya di masyarakat.

Sementara itu di tahun 2012 Kementrian kesehatan telah menghasilkan pedoman tertulis penggelolaan hepatitis c, termasuk bagi penasun. Namun pemerintah belum efektif menyebarluaskan atau menerapkan strategi ini,sehingga banyak praktisi medis dan anggota masyarakatbelum menyadari keberadaan pedoman ini.

Artikel disarikan dari: sini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s